22 August 2013

Link untuk informasi CPNS

Buat temen-temen yang mau daftar CPNS, saya mendapatkan broadcast message dari seorang teman yang berisi daftar link-link untuk informasi CPNS. Silahkan di cek, semoga bermanfaat.

1 Kementerian Koordinator Bidang Polhukam : http://www.polkam.go.id/
2 Kementerian Koordinator Bidang Kesra : http://www.menkokesra.go.id/
3 Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian : http://www.ekon.go.id/
4 Kementerian Dalam Negeri : http://www.kemendagri.go.id/
5 Kementerian Luar Negeri : http://www.kemlu.go.id/
6 Kementerian Pertahanan : http://www.kemhan.go.id/kemhan/
7 Kementerian Hukum dan HAM : http://www.kemenkumham.go.id/
8 Kementerian Keuangan :
9 Kementerian ESDM : http://www.esdm.go.id/
10 Kementerian Perindustrian : http://kemenperin.go.id/
11 Kementerian Perdagangan : http://www.kemendag.go.id/
12 Kementerian Pertanian : http://www.deptan.go.id/
13 Kementerian Kehutanan : http://www.dephut.go.id/
14 Kementerian Perhubungan : http://www.dephub.go.id/
15 Kementerian Kelautan dan Perikanan : http://www.kkp.go.id/
16 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi : http://www.depnakertrans.go.id/
17 Kementerian Kesehatan : http://www.depkes.go.id/
18 Kementerian Pekerjaan Umum : http://www.pu.go.id/
19 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan : http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/
20 Kementerian Sosial : http://www.kemsos.go.id/
21 Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif : http://www.budpar.go.id/asp/index.asp
22 Kementerian Lingkungan Hidup : http://www.menlh.go.id/
23 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : http://www.menegpp.go.id/
24 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional : http://www.bappenas.go.id/
25 Kementerian PANRB : http://www.menpan.go.id/
26 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal : http://www.kemenegpdt.go.id/
27 Kementerian Perumahan Rakyat : http://kemenpera.go.id/
28 Kementerian Pemuda dan Olahraga : http://www.kemenpora.go.id/
29 Kementerian Sekretariat Negara : http://www.setneg.go.id/
"Salam Backpacker"

20 August 2013

Bisa mendalami beberapa profesi itu menyenangkan

Beberapa hari lalu acara buka bersama temen-temen alumni SMA Negeri 1 Demak. Seperti biasa, selalu ada pertanyaan-peranyaan yang umum ditanyakan dalam forum-forum semacam reuni, seperti "Kerja dimana?" "Nikah kapan?"
Seperti halnya nikah, pekerjaan adalah sebuah pilihan. Dalam forum itu ada seorang teman yang cerita tentang pekerjaannya. Ia mengeluh bahwa pekerjaan yang saat ini di jalani tidak sesuai dengan studinya selama ini. Dia tidak berharap saran atau pendapat ke saya. Dia hanya berpesan, klo bisa diusahakan pekerjaan dan Studi yang di jalani harus berhubungan.
Masukan yang menurut saya bagus. Tapi di kepala saya sudah ada mindset. Saya yang bekerja dahulu baru masuk kuliah punya prinsip, bahwa hidup ini harus berwarna. Prinsip ini saya ini di ilhami dari percakapan saya dengan seorang teman yang mengabdikan diri menjadi pengajar. Ceritanya dia mengeluhkan bahwa hari-harinya terasa sama terus setiap hari. Bergelut dengan buku, LPJ, Nilai, Murid dan segala hal yang berbau akademisi. Dia sadar bahwa dia mulai bosan dengan kesehariannya tapi dunia seperti itu terlanjur mengikatnya dan dia tidak bisa lari dari dunianya.
Akhirnya dia putuskan untuk mencari pasangan hidup yang bertolak belakang dengan profesinya. Dia berharap bisa masuk dunia baru yang di geluti oleh pasangannya. Setidaknya, kesibukan pasangannya dapat menjadi tantangan atau hiburan baru untuk dia.
Dari situ saya mulai berfikir. Sungguh tidak nyaman sekali bila kita hidup dalam satu kegiatan yang sama setiap harinya. Saya yang memulai karir sebagai desain grafis, mulai merambahkan diri ke berbagai dunia baru, belajar animasi, belajar programer, belajar apapun yang saya minati. Bahkan, saya memilih studi S1 di Ilmu komunikasi, yang merupakan bidang baru dalam hidup saya. Memiliki kegitan yang berbeda-beda awalnya hanya keisengan saya untuk mengatasi rasa jenuh.
Alhamdulillah, saya dapat masuk kesemua profesi yang saya pilih itu. Tanpa harus menjalani pendidikan khusus pula. Dan saat saya sadar bahwa orang-orang di sekitar saya sedang mengalami rasa jenuh yang tinggi karena kegiatan mereka yang sama setiap harinya, saya makin merasa bersukur menjadi diri saya.
"Salam Backpacker"



01 August 2013

Beberapa manfaat "blak-blakan"

Blak-blakan menurut istilah maksudnya adalah buka-bukaan, Terbuka dalam dalam segi pembicaraan. Atau bisa juga di bilang terus terang.
Meski terdengar mudah di lakukan. Nyatanya semua orang bisa blak-blakan. Beberapa alasannya diantaranya adalah Privasi, jaga perasaan orang, atau menyembunyikan rahasia.
Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya blak-blakan malah akan menimbulkan Manfaat positif. Saya teringat teguran teman saya waktu bertamu kejogja, obrolan kami menjadi panas karena diksi(pilihan kata) yang saya gunakan terlalu jelas, terang-terangan kepada satu masalah yang tidak ingin dia bahas. Dia memberikan saran kepada saya, untuk lebih pandai memilih kata, cukup membuat sindiran-sindiran saja. Agar lawan bicara lebih terjaga perasaannya.
Mungkin ini alasan saya mengapa saya lebih suka blak-blakan.
1. Orang tidak akan salah persepsi dengan pernyataan-pernyatan yang kita lontarkan. Meskipun akan terjadi kesalahan persepsi, itu hanya kecil resikonya. Karena saat orang yang tidak suka dengan pernyataan kita pasti akan langsung intrupsi pernyataan kita. Dan menanyai maksud yang kita utarakan. Saat intrupsi itulah, kita memiliki kesempatan untuk menjelaskan apa yang kita maksud, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Point ini lah yang perlu diperhatikan. Bila anda tidak ingin orang menebak-nebak tentang diri pribadi anda bicaralah blak-blakan. Oklah klo tebakan orang kepada diri anda positif. Tapi klo tebakan tentang diri anda negatif, anda siap menerimanya?
2. Saya percaya menyinggung bisa jadi lebih menyakitkan dari pada berbicara terus terang. Untuk point ini pendapat saya pribadi. Biasanya orang yang disinggung (apalagi untuk hal-hal negatif) akan lebih terasa menyakitkan dari pada berbicara langsung kepadanya.
3. Pernah dengar perkataan orang bijak yang bunyinya "lebih baik berkata sejujurnya meskipun sumbang dengar, dari pada berkata bohong tapi merdu didengar". Karena sesungguhnya mendengar pernyataan yang sejujurnya dari orang lain, akan lebih menyakitkan. Menurt saya poin ini adalah alasan tepat untuk bicara blak-blakan.

Tapi terserah, semua orang punya prinsip berbeda. Ada baiknya klo kita bisa mengatur ritme, kapan harus blak-blakan, kapan kita cukup dengan sindiran.