27 October 2014

Susunan Kabinet Kerja Presiden Jokowi

Akhirnya kabinet yang siap membantu kerja Jokowi membawa bangsa ini menjadi lebih baik sudah diumumkan. Berikut susunan kabinetnya:

Berikut susunan Kabinet Kerja periode 2014-2019:

Sekretaris Negara Pratikno
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Susilo
Menteri Perhubungan Ignatius Jonan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Pariwisata Arief Yahya
Menteri ESDM Sudirman Said
Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Menteri BUMN Rini M Soemarno
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Puspayoga
Menteri Perindustrian Saleh Husin
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel
Menteri Pertanian Amran Sualeman
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaja
Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin
Menteri Kesehatan Nila Moeloek
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi
Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar

Semoga kinerja mentri semakin baik.

17 October 2014

Lebih baik berkarya dari pada mencela.

Gara-gara gak bisa tidur selama perjalan Jakarta - Demak, saya habiskan waktu didalam bis untuk mengerjakan beberapa script web klien saya.

Jadi inget saat salah seorang teman posting di dalam group facebook PHP - Indonesia tentang banyaknya webmaster karbitan (red: dadakan/tanpa sekolah khusus) gara-gara adanya CMS seperti wordpress, jomla, drupal, dll. Membuat saya ingin mengeluarkan unek2 di kepala saya.

Mengaca pada diri saya sendiri. Menurut saya, seorang programer, baik karbitan maupuntidak, tidak masalah menggunakan sebuah CMS untuk mempersingkat waktu kerja dan menyesuaikan budget Klient. Asalakan yang bersangkutan mampu memuaskan klient, itu syah2 saja. Jadi bukan hak kita membuli atau mencaci programer lain karena menggunakan CMS untuk web klientnya. Bukan bearti juga programer karbitan tidak bisa membuat sendiri web/CMS semacam itu.

Boleh dibilang saya programer Karbitan, karena tidak pernah mengikuti pendidikan khusus yang harus dijalani programer. tapi alhamdulillah, meski karbitan, saya punya cukup porto folio web dinamis buatan saya tanpa menggunakan CMS instan.

http://www.desainkaosmurah.com/versi1
http:/www.desainkaosmurah.com
http://www.arita.co.id
http://www.aritaglobal.co.id

Portofolia web saya yang tanpa CMS.

Saya juga menggunakan CMS jomla, wordpress, opencart, codeigniter, bootstrap untuk beberapa klien saya. Tergantung budget klien saya.

Hal seperti ini juga pernah saya alami saat menjadi desainer grafis, para desainer yang merasa lebih itu mencela desainer pengguna Mock-up. Mengganggap pengguna mock-up cuma bisa nempel desain aja.

Dari pada mencela pengguna CMS coba buat sendiri CMS yang bisa di pakai semua pengguna. Dari pada mencela lebih baik berkarya.

04 October 2014

Memilih beralih profesi menjadi programer

Hidup itu pilihan, Terlalu sering saya mendengar kata ini. Memang benar hidup itu pilihan, tapi harus diingat kembali setiap pilihan pasti punya resiko. Ini adalah salah satu pilihan dalam hidup saya, beralih profesi dari "tukang Gambar" menadi seorang programer. Bukan tanpa alasan saya mengundurkan diri, dari seorang 'tukang gambar' untuk sablon pakaian. Tukang? Mungkin lebih pantas dipanggil kuli gambar. Bukan niat saya menghina atau merendahakan.

Bisnis yang sempat menjadikan saya bisa dibilang berjaya ini saya rasa sudah waktunya untuk beristirahat. Mengapa? Berikut alasannya, sekaligus alasan saya memilih menjadi seorang programer:

1. Sudah mulai tidak dihargai oleh klien lokal.

mungkin tidak semua klien seperti ini tapi sudah terlalu banyak dan terlalu sering saya mendapatkan klient seperti ini. Misalnya, Desain Gambar yang biasanya di bayar 20.000 rb rupiah kini hampir di lupakan. Desain seharga 20.000 rupiah bukankah sudah sangat murah, mereka biasa mendapatkan 4 sampai 6 opsi dari desain itu. mereka hanya perlu membayar 20.000 rupiah. Tapi apa? dengan alasan takut desainnya gak cocok dengan permintaan pasar, mereka tidak mau membayar desain yalng mereka dapatkan dimuka. mereka baru bayar bila desain memang cocok dengan permintaan. dasar klient pelit.

2. Hampir semua orang bisa gambar

Saya akui, menjadi desainer grafis memang sulit, tapi menjadi tukang gambar semua orang bisa. cukup menguasai sebagian tools dari software CorelDraw, Adobe Ilustrator atau photoshop saja anda sudah mampu menjadi seorang tukang gambar. saya sendiri belajar software-software tersebut otodidak. dan alhamdulillah, klo di itung-itung sudah banyak menghasilkan uang untuk keluargaku. tapi sisilainya orang lain pun dapat melakukan hal yang sama, sehingga hampir semua industri persablonan sudah memiliki tukang gambar sendiri, tidak perlu desain grafis, cukup tukang gambar (red: Ada gambar di internet, buat vektornya).

3. Semua beralih ke Online Media

Denga peraihan ini saya tertarik mempelajari dunia online, mulai dari membangun medianya sendiri hingga berdagang apa saja memanfaatkan media online ini.

Semoga ini merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam hidupku.