Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

02 September 2017

Ingin anda lebih produktif ? coba aplikasi berikut agar pekerjaan anda terorganisir dengan baik

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa saat ini memiliki skill multitasking merupakan tuntutan pekerjaan di semua perusahaan. Karena dengan memiliki karyawan multitasking perusahaan dapat menghemat banyak hal termasuk SDM dan Biaya.

Skill multitasking juga sangat bermanfaat untuk kita pribadi. Bayangkan kita bisa menyelesaikan banyak hal dalam waktu bersamaan. Tentu hasil yang kita dapatkan akan lebih banyak juga. Mungkin ada beberapa yang tidak maksimal, tetapi itu faktor kebiasaan. Karena bila sudah terbiasa pasti semua akan berjalan maksimal.

Untuk memaksimalkan skill multitasking kita, kita dapat memanfaatkan beberapa aplikasi. Aplikasi-aplikasi ini sebenarnya berfungsi untuk mengorganisir tugas yang harus kita kerjakan, sehingga kita merasa diingatkan "apa saja yang harus di kerjakan?", "bagaimana urutannya?" dan menjadi refrensi kita pada waktu yang akan datang. Bila anda memiliki banyak tugas, tidak ada salahnya mencoba aplikasi berikut :


Trello.com merupakan aplikasi berbasi task management berbasis board. Bila anda terbiasa menggunakan Papan tulis bermodelkan tugas "yang akan di kerjakan", "yang sedang dikerjakan", "Quality Control", dan "Selesai" Trello.com sangat cocok untuk anda. Dilengkapi dengan komentar di masing masing task yang di buat.


Asana.com memiliki kelebihan tersendiri, yaitu kita dapat memiliki model management task yang kita gunakan. Kita bisa menggunakan model Board seperti Trello.com atau menggunakan model to do list. Kita sebagai pengguna tinggal menyesuaikan saja dengan kebiasaan kita.


Bila anda terbiasa dengan task model "To do List" wunder list ini menjadi sangat cocok untuk anda. Wunderlist juga tersedia versi web dan wersi desktop.


Bila anda memerlukan Penggabungan antara aplikasi Task Management dan Catatan, Evernote menjadi salah satu yang saya recommendasikan.


Google juga tidak ingin ketinggalan, selain memiliki task management seperti google task, Google keep hadir untuk menyempurnakannya, menggabungkan antara catatan dengan catatan dan task management, google keep patut dipertimbangkan.


Mengikuti perkembangan dari rivalnya, Microsoft juga tidak ingin tertinggal. OneNote merupakan aplikasi yang cukup komplek dalam kategori Buku catatan dan task management.


Aplikasi deemka.com memang tidak sepenuhnya berfokus pada task management, akan tetapi fitur task managementnya sudah cukup mengcover kebutuhan kita. Apalagi dapat di intregrasikan dengan Project management bawaan deemka.com itu sendiri.

Demikian aplikasi yang dapat meningkatkan produktifitas anda. Aplikasi-aplikasi tersebut saya rasa sudah cukup untuk menggantikan buku agenda anda. Silahkan di coba dan sesauikan dengan kebutuhan anda.

15 August 2016

Apasih Tax Amnesty? Ini cara mudah memahaminya.

(1) Budi punya celengan di rumah. Tapi Mamanya selalu cek celengan Budi setiap kali ia memecahkan/membuka celengannya.
(2) Amir juga punya celengan di rumahnya sendiri tapi tidak pernah dicek Mamanya. Maka Budi menitipkan celengan di rumah Amir.
(3) Mendengar celengan Amir tidak pernah dicek Mamanya, teman Amir dan Budi semua menitipkan celengannya di rumah Amir.
➡ inilah, "OFFSHORE INVESTMENT".
(4) Suatu hari Mama Amir memeriksa kamar Amir dan mendapati banyak celengan.
➡ ini namanya, "ACCIDENTAL AUDIT".
(5) Celengan itu lengkap dengan tulisan nama masing2 pemiliknya (kawan2 Amir yg menitipkan celengan).
➡ ini namanya, "PANAMA PAPER".
(6) Mama Amir mengontak semua mama dari anak2 yang titip celengan di rumahnya.
(7) Ternyata Budi menitipkan celengan di sana karena Mamanya memaksa untuk memberi sumbangan setiap Budi memecahkan celengan.
➡ ini yg disebut "TAX/PAJAK".
(8) Lain lagi si Polan, ia mengisi celengan utk menyamarkan uang dari hasil memalak teman-temannya.
➡ inilah, "MONEY LAUNDERING".
(9) Sedangkan Badu mengisi celengan dari hasil berjualan es lilin di sekolah tanpa seijin ortu,  agar fokus pada sekolah.
➡ ini semacam, "ILLEGAL BUSINESS".
(10) Ketika mama Budi tahu kalau anaknya titip celengan di tempat Amir,
mama Budi bilang : "Nak, simpan aja celenganmu di rumah, Mama tdk usil lagi atau tdk akan cek lg celenganmu".
➡ inilah yg disebut, *"TAX AMNESTY"*.
😂😃😛😅😆😝😀😭😜
CARA MUDAH MEMAHAMI
*TAX AMNESTY*
😂😃😛😅😆😝😀😭😜

14 June 2016

Agenda Setting Penyudutan Posisi Umat Islam Harus Disikapi

Agenda Setting Penyudutan Posisi Umat Islam Harus Disikapi

SHARE
     
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar sufisme dan Guru Besar Univerisitas Paramadina Prof DR Abdu Hadi WM menyerukan agar para cendikiawan Islam segera bersikap atau mengeluarkan suara perihal kondisi umat Islam saat ini. Menurut dia, keadaan yang terus-menerus terlihat berusaha menyudutkan umat Islam sebagai pihak intoleran dan ketinggalan zaman harus segera disikapi.

"Saya merasa dan melihat apa yang terjadi di Ramadhan ini menunjukkan ada usaha yang terencana untuk menyudutkan umat. Umat seolah tanpa perlindungan dan dibiarkan begitu saja untuk di-bully di media massa. Maka pada saat inilah para cendekiawan Muslim bicara dengan bijak ke publik sebelum keadaan semakin memburuk dan menyeret ke arah konflik sosial dan SARA," kata Abdul Hadi, di Jakarta, Senin (13/6).

Menurut dia, para cendekiawan Muslim itulah yang kini harus berbicara untuk ke publik. Mereka tidak usah takut bila dituduh tidak toleran, tidak demokratis, atau tuduhan peyoratif lainnya. Umat butuh perlindungan dari pihak-pihak yang memang ingin mengecilkan peran ajaran Islam.

"Ingat semua yang kini terjadi merupakan agenda setting. Maka yang paling tepat para cendekiawan Muslim segera bicara untuk menyatakan keadaan. Bayangkan, penggusuran seorang pedagang warung Tegal menjadi isu serius, padahal penggusuran ratusan rumah, warung, dan tempat usaha di dekat kampung tua Islam di Jakarta (juga di sekitar Pasar Tanah Abang--Red) tak dihiraukan bahkan dipuji habis-habisan. Ini jelas mengusik keadilan dan harus membuat kaum cendekiawan Muslim bersikap,” ujar Abdul Hadi.

Dia pun menilai peran pemerintah yang berkuasa pada hari ini memang tak terlalu bisa diharapkan. Mereka sepertinya punya agenda sendiri dan tak menganggap penting menjaga perasaan umat Islam.

"Lihatlah apa yang dilakukan pemerintah, yakni presiden saat ini. Tidak ada, bukan? Mereka membiarkan ketidakadilan itu terjadi. Dan harus diingat, kalau nanti terjadi apa-apa (kerusuhan--Red) maka yang rugi mereka sendiri. Umat non-Muslim juga pasti dirugikan," tegas Abdul Hadi WM.

Red: Muhammad Subarkah

http://m.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/16/06/13/o8pax4385-agenda-seting-penyudutan-posisi-umat-islam-harus-disikapi

22 March 2016

Demo Tolak Tranportasi online itu kurang lebih sama dengan tidak percaya bahwa Tuhan memberi rezeki secara adil.

Sebelumnya saya ingin tegaskan bahwa ini pendapat saya pribadi. Pendapat anak mantan supir Taksi.

Hari ini 22 Maret para supir angkutan kota dan transportasi umum seperti Bajaj, Taksi, dan bus kota turun ke jalan. Mereka berdemontrasi menuntut untuk di hapusnya mode transportasi online, karena alasan keadilan.

Memang dalam dua tahun teakhir mode transportasi online menjamur di Indonesia, khususnya di Jakarta. Para supir transportasi  yang berdemontrasi tersebut menganggap bahwa transportasi online adalah ilegal dan ini tidak adil untuk mereka. Karena mereka merasa mereka membayar pajak kendaraan transporatasi (Uji layak jalan/Kir) sedangkan transprtasi online tidak perlu. Mereka juga merasa bahwa pendapatan mereka menurun karena orang-orang kini lebih suka menggunakan ,ode transportasi online dari pada menggunakan transportasi biasa.

Menanggapi peristiwa ini saya terkulik untuk berkomentar. Berikut beberapa komentar saya :

1. Kita harus berkembang dan beradaptasi

Dari jaman batu dahulu kala, manusia dan makhluk lainnya di ciptakan oleh Tuhan dengan standart yang sama. Dengan riski yang sudah di tetapkan sebelum makhluk tersebut di turunkan ke bumi. Setelah turun dan hidup di bumi makhluk tersebut harus berusaha untuk terus berkembang dan beradaptasi terhadap lingkungan. Makhluk yang tidak dapat berkembang dengan sendirinya akan tergerus dan musnah, inilah yang mendasari ilmu revolusi.

Begitu juga yang terjadi saat ini. Seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat  kebutuhan manusia akan segala sesuatu yang mudahmurah, praktis, aman dan efisien menjadi lebih tinggi demand-nya. Munculnya transportasi online merupakan jawaban dari kebutuhan manusia tersebut. Karena dengan transportasi online para pengguna transportasi umum merasa kebutuhan akan mudah, murah, praktis, aman dan efisien tersebut terpenuhi.

Dalam hal ini supir/pemilik transportasi konvensional harusnya menyadari bahwa target pasar mereka tidak hanya membutuhkan transportasinya saja tapi ada nilai lebih yang harus ditamankan dalam layanan mereka. Disinilah para Pemilik dan supir transporatasi diharuskan berkembang dan beradaptasi agar mereka tidak tergerus dan menghilang.

2. Percaya bahwa Tuhan tidak akan salah memberi rezeki

Rezeki makhluk hidup sudah dituliskan oleh Tuhan bahkan sebelum makhluk itu hidup. Kita sebagai makhluk hanya di tuntut untuk berusaha mengapainya, menjemput rezeki tersebut. Jadi jangan pernah menuduh orang lain / kompetitor kita sebagai orang yang bertanggung jawab atas berkurangnya rezeki kita.

Hal ini lah yang seharusnya di pahami oleh para pengemudi/pemilik transporatasi konvensional. Bahwa menyalahkan pihak lain atas berkurangnya pemasukan yang didapat bukanlah hal yang bijak. Karena hal tersebut sama saja dengan tidak percaya bahwa Tuhan memberikan rezeki secara adil.

Mungkin sebagai pemiliki / pegemudi transportasi konvensional lebih bijak apa bila meng intorpeksi diri sebelum menyalahkan orang lain. Mungkin dengan perbaikan pada internal transportasi tersebut baik system maupu layanannya dapat meningkatkan kembali omset yang berkurang. Biar bagaimanapun persaingan bisnis pasti ada, kita harus menjawab persaingan tersebut dengan cara yang benar. Karena menurut saya pribadi meminta menutup bisnis orang lain tidak akan memecahkan masalh yang ada.

3. Cari Jalan Rezeki Lain

Terakhir, Rosulallah Muhammad SAW tekah memberikan kita contoh sedeharna. Apabila kita mengalami kebuntuan dalam sebuah masalah alangkah lebih baik klo kita hijrah. Berpindah / beralih. Bila dalam usaha transportasi atau usaha lainnya kita mengalami kebuntuan, sebaiknya kita pindah cari usaha lain, atau pindah ditempat lain.

Hal ini mengikatkan saya atas apa yang ayah saya jalani. Beliau datang pertama ke jakrta tahun 60an menjadi tukang becak, setelah di rasa menjadi tukang becak prospeknya kurang bagus, beliau merasa perlu berkembang. Akhirnya beliau menjadi supir bajaj, Setelah melihat prospek supir bajaj mulai menurun, akhirnya ayah saya berlaih menjadi supir taksi, Setelah cukup lama menjadi supir taksi ayah saya merasa masih harus ada pengembangan, akhirnya ayah saya punya koerasi taksi sendiri, dengan armada yang cukupa banyak pada tahun 90an meskipun pada kahirnya di bubarkan pada tahun 2003. Setidaknya ayah saya sudah memberi contoh kepada anaknya bahwa hidup itu harus terus berkembang dan beardaptasi selama kita masih bisa.


Solusinya Bagaimana?

Menurut saya Transporatasi online juga punya hak untuk berkembang, karena dengan adanya adanya transportasi online tersebut menunjukan bahwa Indonesia sudah masuk ke tahap lebih baik. Akan tetapi Keberadaannya memang perlu ada aturan khusus. Agar tidak terjadi kesenjangan dan iri antar sesama pengusaha transportasi.

Inilah PR besar Wakil Rakyat kita, dari pada mengurusi revisi UU KPK yang menurut saya belum penting-penting sekali, lebih baik membahas hal-hal yang darurat seperti ini.

16 October 2015

JNE Loyality Club

JNE sebagai salah satu penyedia layanan jasa kurir terbesar di Indonesia membuat sebuah program untuk meningkatkan loyalitas para pelanggannya. Program tersebut disebut dengan JLC (JNE Loyality Card). Berikut info detail tentnag JLC

A. Informasi seputar JLC

1. Apakah kartu dikirimkan ke rumah?

Tidak. Kartu akan dikirimkan ke alamat Drop Poin JNE yang Bapak/Ibu pilih pada saat melakukan registrasi.

2. Dimana saya bisa melihat daftar drop poin JNE?

Bapak/Ibudapat melihat di website www.jne-jlc.com dan masuk ke halaman registrasi kemudian klik icon Lokasi Pengambilan Kartu dan Hadiah.

3. Bolehkah mendaftar atas nama Online Shop atau Toko atau Perusahaan?

Boleh. Selama Bapak/Ibu mencantumkan nomor Kartu Identitas untuk pengambilan Welcome Kit dan hadiah.

4. Apa yang harus saya lakukan apabila saya lupa password untuk mengakses account JLC saya?

Silahkan klik “Lupa Password”, maka Bapak/Ibu akan menerima password baru dari JLC melalui email yang Bapak/Ibu daftarkan.

5. Apa yang harus saya siapkan untuk pengambilan Welcome Kit?

Bapak/Ibu harus menyiapkan kartu Identitas yang Bapak/Ibu daftarkan di website JLC, email pengambilan Welcome Kit yang dikirimkan oleh Tim JLC dan membawa serta Kartu Member JNE Lama apabila Bapak/Ibu adalah Member JNE Card sebelumnya untuk dikembalikan kepada petugas counter JNE saat Bapak/Ibu melakukan pengambilan Welcome Kit.

6. Bagaimana bila saya ingin mengubah Drop Poin saya?
Bapak/Ibu harus menghubungi Customer Service JLC di 0828 1794 8899 untuk merubah Drop Poin Bapak/Ibu selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja setelah kami menghubungi Bapak/Ibu untuk melakukan proses validasi atas data Bapak/Ibu masukkan ke dalam website JLC saat melakukan registrasi.

B. Perhitungan Poin

1. Bagaimana cara perhitungan poin untuk di program JLC?

Perhitungan poin akan dimulai setelah transaksi Bapak/Ibu mencapai IDR 250.000 dan transaksi selanjutnya sebesar IDR 25000 akan dihitung sebagai 1 poin (tidak ada pembulatan).
Ilustrasi perhitungan poin :
Member melakukan transaksi secara akumulasi sebesar IDR 278000, maka berapa poin yang diterima oleh member tersebut
Akumulasi transaksi minimum sudah tercapai yaitu IDR 250000, maka poin dihitung dari sisanya IDR 28000 dan poin yang diperoleh sebesar 1,2 poin.

C. Poin Lama dan Diskon

1. Apakah kartu JNE Card saya yang lama masih bisa digunakan selama kartu baru belum saya terima?

Betul. Kartu JNE lama Bapak/Ibu masih dapat digunakan sampai dengan kartu baru JLC diterima. Jika sampai dengan tanggal 31 Agustus 2014 Bapak/Ibu belum menerima kartu baru JLC, maka kartu JNE lama Bapak/Ibu menjadi tidak dapat dipergunakan.

2. Bagaimana dengan poin lama saya di JNE Card?

Selama Bapak/Ibu sudah melakukan registrasi ulang di website www.jne-jlc.com untuk bergabung kembali menjadi anggota JNE Loyalty Card (JLC), Bapak/Ibu tidak perlu khawatir karena poin lama tidak akan hangus dan poin tersebut akan diikutsertakan dalam program lucky draw JNE.

3. Apakah poin di kartu lama masih bisa ditukar dengan hadiah?

Poin dapat ditukar hadiah yang disediakan oleh JNE dengan batas waktu penukaran sampai dengan 31 Agustus 2014.

4. Bagaimana dengan diskon yang sudah saya peroleh di JNE Card?

Diskon tetap berlaku untuk pemegang kartu Benefit dan Privillege selama Bapak/Ibu melakukan registrasi ulang melalui website JLC sebelum tanggal 31 Agustus 2014 dan mencantumkan no ID kartu lama , tetapi tidak ada proses upgrade diskon selanjutnya.

5. Apakah saya masih bisa upgrade kartu saya ke Benefit/Privillege?

Program JLC yang baru saat ini tidak akan memberlakukan upgrade kartu.

D. Lain-lain

1. Apa yang terjadi jika saya registrasi setelah tanggal 31 Agustus?

Bapak/Ibu akan dianggap sebagai member baru dan diskon yang sudah melekat di kartu lama tidak akan berlaku lagi.

2. Bagaimana bila kartu saya hilang/rusak?

Bapak/Ibu dapat menghubungi Customer Service JLC di 0828 1794 8899 atau Bapak/Ibu dapat mengirimkan email untuk permohonan penggantian kartu ke alamat email cs@jne-jlc.com.
Biaya penggantian kartu akan dikenakan sebesar Rp. 20.000,- dapat Bapak/Ibu bayarkan kepada petugas counter JNE pada saat pengambilan kartu di drop poin yang Bapak/Ibu pilih.

3. Bagaimana bila saya menerima kartu yang bukan milik saya?

Segera laporkan kepada petugas counter JNE di lokasi Drop Poin yang sama pada saat Bapak/Ibu mengambil Welcome Kit. Maksimum 10 hari kerja kami akan mengirimkan kembali Welcome Kit Bapak/Ibu ke drop poin.

Demikian informasi yang saya dapat dari FAQ JLC,

Anda juga dapat mengecek daftar harga tarif JNE dengan mudah di situs saya rizalhans.com/jne/

04 February 2015

Biaya Denda BPJS Kesehatan


Oke ceritanya beberapa hari yang lalu gw bayar BPJS buat ibu sama bapak gw. pembayaran gw tranfer via ATM.
Ibu gw ikut Faskes kelas 1, pembayarannya 59.500 tapi waktu gw bayar via tranfer ternyata yang keluar tagihannya 121.380. Pikir gw kok jadi mahal banget ya. Mungkin kena denda karena dua telat dua bulan, ya udah bayar aja dulu.

Sampai kosan gw masih penasaran sebenernya berapa sih denda yang harus di bayarkan?
berikut info yang gw dapet :

1.   Keterlambatan pembayaran Iuran untuk Pekerja Penerima Upah dikenakan denda administratif sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 3 (tiga) bulan, yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak oleh Pemberi Kerja.

2.    Keterlambatan pembayaran Iuran untuk Peserta Bukan Penerima Upah dan Bukan Pekerja dikenakan denda keterlambatan sebesar 2% (dua persen) per bulan dari total iuran yang tertunggak paling banyak untuk waktu 6 (enam) bulan yang dibayarkan bersamaan dengan total iuran yang tertunggak. 






Sumber : http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/m/?module=profile&id=13

Jadi dinota itu gw bayar dua bulan + denda dua bulan juga.

Keterlambatan bayar akan di kenakan denda atau fasilitas di non aktifkan apa bila sudah telat selama 6 bulan.

Bagaimana cara mengecek berapa iuran BPJS yang belum kita bayarkan?

Waktu bapak gw sakit, gw pernah kirim email ke BPJS Kesehatan melalui websitenya, tapi gak ada balesan. -_- sedikit ada harapan, hari ini gw search di webresminya BPJS Kesehatan ternyata sudah ada fitur untuk mengecek tunggakan yang belum kita bayar.
Ini fiturnya  http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2014/23/Check-Pembayaran-Iuran

Intinya klo kita bayar via ATM (kasus ini gw bayar via ATM BNI) yang muncul adalah tagihan yang harus kita bayar, meskipun kita pilih untuk pembayaan satu bulan kita wajib membayar penuh yang iuran tertunggak.

06 January 2015

Oknum PNS ini ngapain ke tempat beginian di jam kerja


Ini foto hari selasa minggu lalu, niatnya gw mau foto oknum PNS nya langsung, tapi keburu doi masuk ke TKP duluan jadi gw foto aja plat mobilnya. Foto ini lokasinya di komplek rukan deket kantor gw. Kebetulan gw lagi makan siang disitu. Gw liat ada plat merah melintas dan parkir di Aromtique SPA. Tempat SPA ini terkenal esek-eseknya. Balik kemobil plat merah yang tadi parkir. Dari dalem mobil itu turun dua pria muda berseragam PNS. Kemudian masuk ke tempat SPA itu.

Mungkin saya ndak punya hak buat mengomentari mereka, karena PNS juga manusia. Saya juga gak tau jelas peraturan yang dibuat untuk para PNS tentang atribut yang mereka gunakan. Tapi yang jelas menggunakan seragam PNS dan Mobil dinas ke tempat seperti ini saya rasa hal yang kurang patut, mengingat PNS merupakan abdi negara karena publik akan melihat status mereka. Diwarung tempat saya memotret mereka saja langsung banyak tanggapan negatif dari beberapa orang yang ada di warung. Saya sudah berusaha berfikir positif, "mungkin mereka sedang bertugas mengecek sesuatu di dalem sana". Tapi tangan ini tetep gatel buat motret dan upload foto di blog.

01 January 2015

Cara Berobat Menggunakan BPJS Kssehatan

Berobat Pake BPJS

Ini pengalaman saya berobat menggunakan BPJS Kesehatan ketika bapak saya sebagai pasien. Pengalaman yang saya bagi ini tidak untuk keadaan darurat dan dengan kondisi bapak saya sudah memiliki kartu BPJS sebelumnya.

  1. Sebelumnya kita telah memilih Klink/Puskesmas untuk berobat sesuai dengan yang pernah kita daftarkan di BPJS dulu.
  2. Mintalah surat rujukan untuk berobat ke rumah sakit lain dari puskesmas yang kita daftarkan dulu untuk berobat ke tempat yang kita inginkan. Sebaiknya carilah informasi mengenai rumah sakit yang kita tuju, apakah menerima BPJS atau tidak.
  3. Setelah berada di rumah sakit tersebut mendaftarlah di loket khusus BPJS (jangan lupa tanyakan dahulu syarat untuk mendaftar di loket BPJS, biasanya KK, Surat rujukan, Kartu BPJS, sama foto copy)- klo bisa foto copy yang banyak, masing-masing 10 lembar lah dari pada nanti fotocopy lagi.
  4. Setelah itu anda akan mendapatkan dokument untuk di bawa ke loket normal (loket tanpa BPJS)
  5. Dari loket itu anda akan diambilkan dokumen rekam medis anada, bila belum pernah akan di buatkan baru.
  6. Lalu ke klinik/poli yang dituju (Bapak saya ke klinik syaraf)
  7. dari klinik akan di tentukan apakah perlu rawat inap atau rawat jalan.
  8. Bila rawat inap bisa langsung mengurus berkas rawat inap, bila rawat jalan bisa langsung ke bagian pengobatan. (Bapak saya Rawat-inap).
  9. Kita harus mendapatkan kelas kamar sesuai dengan kelas BPJS yang kita miliki. Biasanya kamar kelas 1 untuk BPJS kelas 1 habis jadi kita harus pilih kelas 2 untuk BPJS kelas 1 kita.
  10. Untuk pasien pengguna BPJS, Pasien akan mendapatkan fasilitas medis seperti pasien normal, akan tetapi jangan lupa di tanyakan kepada suster setiap akan melakukan tindakan, apakah biaya tindakan yang dilakukan di cover oleh pihak BPJS? karena pengalaman keluarga pasien yang saya temui di ruang tunggu mengatakan "Tidak semua tindakan di cover oleh BPJS."
  11. Setelah pasien merasakan sudah sehat dan ingin pulang kita mulai urus kembali pembayarannya. Kita di berikan dokumen dari ruang rawat inap untuk di bawa ke loket BPJS awal yang kita masuk.
  12. Setelah menerima tanda tangan dan stempel dari loket kemudian di bawa ke bagian keuangan untuk menerima bukti pelunasan.
  13. Bukti pelunasan dibawa ke administrasi. Dan pasien di persilahkan pulang.
  14. Ini step-step yang saya lewati di salah satu rumah sakit swasta di kawasan Grogol. Dari pengakuan beberapa teman, ada rumah sakit yang transparan menunjukan total biaya pengobatan, ada yang tidak. Dirumah sakit itu saya menandatangi bukti pelunasan yang ditutupi oleh petugas BPJS. Tak apa, selama semua tindakan benar-benar di cover oleh BPJS.

05 November 2014

Kalender puasa tahun 2015

Buat temen-temen yang tau jadwal puasa tahun 2015 berikut kalender puasa tahun 2015.
Sumbet saya dapat dari salah satu teman facebook saya.

27 October 2014

Susunan Kabinet Kerja Presiden Jokowi

Akhirnya kabinet yang siap membantu kerja Jokowi membawa bangsa ini menjadi lebih baik sudah diumumkan. Berikut susunan kabinetnya:

Berikut susunan Kabinet Kerja periode 2014-2019:

Sekretaris Negara Pratikno
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Indroyono Susilo
Menteri Perhubungan Ignatius Jonan
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
Menteri Pariwisata Arief Yahya
Menteri ESDM Sudirman Said
Menteri Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edy Purdjianto
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu
Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
Menteri BUMN Rini M Soemarno
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Puspayoga
Menteri Perindustrian Saleh Husin
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel
Menteri Pertanian Amran Sualeman
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaja
Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursidan Baldan
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani
Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin
Menteri Kesehatan Nila Moeloek
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise
Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi
Menteri PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar

Semoga kinerja mentri semakin baik.

17 October 2014

Lebih baik berkarya dari pada mencela.

Gara-gara gak bisa tidur selama perjalan Jakarta - Demak, saya habiskan waktu didalam bis untuk mengerjakan beberapa script web klien saya.

Jadi inget saat salah seorang teman posting di dalam group facebook PHP - Indonesia tentang banyaknya webmaster karbitan (red: dadakan/tanpa sekolah khusus) gara-gara adanya CMS seperti wordpress, jomla, drupal, dll. Membuat saya ingin mengeluarkan unek2 di kepala saya.

Mengaca pada diri saya sendiri. Menurut saya, seorang programer, baik karbitan maupuntidak, tidak masalah menggunakan sebuah CMS untuk mempersingkat waktu kerja dan menyesuaikan budget Klient. Asalakan yang bersangkutan mampu memuaskan klient, itu syah2 saja. Jadi bukan hak kita membuli atau mencaci programer lain karena menggunakan CMS untuk web klientnya. Bukan bearti juga programer karbitan tidak bisa membuat sendiri web/CMS semacam itu.

Boleh dibilang saya programer Karbitan, karena tidak pernah mengikuti pendidikan khusus yang harus dijalani programer. tapi alhamdulillah, meski karbitan, saya punya cukup porto folio web dinamis buatan saya tanpa menggunakan CMS instan.

http://www.desainkaosmurah.com/versi1
http:/www.desainkaosmurah.com
http://www.arita.co.id
http://www.aritaglobal.co.id

Portofolia web saya yang tanpa CMS.

Saya juga menggunakan CMS jomla, wordpress, opencart, codeigniter, bootstrap untuk beberapa klien saya. Tergantung budget klien saya.

Hal seperti ini juga pernah saya alami saat menjadi desainer grafis, para desainer yang merasa lebih itu mencela desainer pengguna Mock-up. Mengganggap pengguna mock-up cuma bisa nempel desain aja.

Dari pada mencela pengguna CMS coba buat sendiri CMS yang bisa di pakai semua pengguna. Dari pada mencela lebih baik berkarya.

04 October 2014

Memilih beralih profesi menjadi programer

Hidup itu pilihan, Terlalu sering saya mendengar kata ini. Memang benar hidup itu pilihan, tapi harus diingat kembali setiap pilihan pasti punya resiko. Ini adalah salah satu pilihan dalam hidup saya, beralih profesi dari "tukang Gambar" menadi seorang programer. Bukan tanpa alasan saya mengundurkan diri, dari seorang 'tukang gambar' untuk sablon pakaian. Tukang? Mungkin lebih pantas dipanggil kuli gambar. Bukan niat saya menghina atau merendahakan.

Bisnis yang sempat menjadikan saya bisa dibilang berjaya ini saya rasa sudah waktunya untuk beristirahat. Mengapa? Berikut alasannya, sekaligus alasan saya memilih menjadi seorang programer:

1. Sudah mulai tidak dihargai oleh klien lokal.

mungkin tidak semua klien seperti ini tapi sudah terlalu banyak dan terlalu sering saya mendapatkan klient seperti ini. Misalnya, Desain Gambar yang biasanya di bayar 20.000 rb rupiah kini hampir di lupakan. Desain seharga 20.000 rupiah bukankah sudah sangat murah, mereka biasa mendapatkan 4 sampai 6 opsi dari desain itu. mereka hanya perlu membayar 20.000 rupiah. Tapi apa? dengan alasan takut desainnya gak cocok dengan permintaan pasar, mereka tidak mau membayar desain yalng mereka dapatkan dimuka. mereka baru bayar bila desain memang cocok dengan permintaan. dasar klient pelit.

2. Hampir semua orang bisa gambar

Saya akui, menjadi desainer grafis memang sulit, tapi menjadi tukang gambar semua orang bisa. cukup menguasai sebagian tools dari software CorelDraw, Adobe Ilustrator atau photoshop saja anda sudah mampu menjadi seorang tukang gambar. saya sendiri belajar software-software tersebut otodidak. dan alhamdulillah, klo di itung-itung sudah banyak menghasilkan uang untuk keluargaku. tapi sisilainya orang lain pun dapat melakukan hal yang sama, sehingga hampir semua industri persablonan sudah memiliki tukang gambar sendiri, tidak perlu desain grafis, cukup tukang gambar (red: Ada gambar di internet, buat vektornya).

3. Semua beralih ke Online Media

Denga peraihan ini saya tertarik mempelajari dunia online, mulai dari membangun medianya sendiri hingga berdagang apa saja memanfaatkan media online ini.

Semoga ini merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam hidupku.

05 June 2014

Kampanye Hitam / Black Campaign

Oh dear,
Klo diantara kita masih percaya Black Campaign / Kampanye Negatif. Saya kasih tau rahasia orang-orang komunikasi.

Ada strategi Public Rellations yang sangat efektif sekali bila digunakan saat perang 1 lawan 1.

Begini strateginya.

Satu pihak menjelek-jelekan namanya sendiri.
Menyebar fitnah tentang dirinya sendiri.
Sebagian publik awam pasti mengira bahwa lawannya lah yang menyebar fitnah itu.
Sehingga nama baik lawannya jadi jelek, sebagi tukang sebar isu bohong, tukang Fitnah.

Strategi ini sangat efektif sekali bila di gunakan 1 lawan 1.

Jadi gmn masih percaya BLACK CAMPAIGN?

Salah satu cara menyikapi Black Campaign itu DI BIARKAN SAJA. JANGAN DI SHARE.
Klo memang kita sudah mantap dengan pilihan kita. Share saja Campaign positif pilihan kita.
tak perlu share berita negatif dari manapun.

Semoga bermanfaat.

Rizal Hans
Masih Mahasiswa Ilmu Komunikasi

09 April 2014

Ini alasan mengapa saya pilih Golput


Sengaja saya post tulisan ini setelah pesta demokrasi selesai, saya tidak mau tulisan ini ikut serta mencuci otak teman-teman pembaca untuk ikutan Golput. Tulisan ini opini pribadi saya, tanpa dalil, hanya kicauan saya, jadi jangan di masukan kehati.

Setelah kita diserang berbagai campaign dari partai politik dan para caleg di minggu-minggu sebelumnya. Sampai hari saya datang ke TPU saya tetap memilih untuk golput, berikut alasan saya:

1.  Di Dapil Saya, Saya Tidak Mengenal Mereka (Caleg).

Bayangkan, kita mau beli ponsel yang kita pakai untuk diri sendiri saja kita perlu kenal dulu kredibilitas brandnya, kadang walaupun brandnya bagus, kita juga masih perlu refrensi dari teman, melihat kredibilitas toko yang menjual dan lain sebagainya.

Anggaplah brand itu adalah personal dari para caleg, klo saya tidak mengenal mereka bagaimana saya harus yakin mereka bisa menjalankan amanah?

"Setidaknya kamu lihat kredibilitas partainya!"

Data dan bukti yang nyata tersebar di internet. Search saja partai yang kadernya bermasalah? Ada partai yang benar-benar bersih? sayagak mau kasih link takut di kira balck campaign.

"Itukan personal orangnya bukan partainya!"

Anggaplah partai itu sebuah badan, bila kaki kita tersandung dan kesakitan, tangan harus ikut serta mengusap-ngusap, mulut ikutan nyengir kesakitan, atau bahkan ikutan teriak. Klo partai tidak bisa membina kadernya, ya jangan minta dipilih kembali.

2. Saya tidak suka "Hukum politik"

Berikut saya kenalkan beberapa hukum politik yang ada di Indonesia khusunya. Untuk orang yang sudah pernah menedegarnya tidak ada salahnya mengingatnya kembali.

- Politik itu yang teman bisa jadi lawan, yang lawan bisa jadi teman.
Sayangnya di Indonesia masih banyak yang pake hukum ini. Ndak usah tinggi-tinggi di tinggkat nasional. Tingkat desa atau kelurahan saja. Klo ada 2 keluarga/kerabat kita yang ikut serta mencalonkan lurah, saat kita memihak kesalah satu diantara mereka, kita pasti dimusuhi salah satu dari yang lain.

-Politik itu peserta barunya harus ikut aturan main peserta lam yang sudah ada.
Banyak orang yang sebelum masuk ke dunia politik terlihat baik, seperti super hero yang bisa mengatasi banyak masalah, terlihat alim. Hingga saya terlena dan memilih dia saat pemilu beberapa tahun lalu. Nyatanya? Setelah dia duduk jadi pemimpin, banyak curhat, banyak ngeluh, kader partainya banyak yang korup, dia dan keluarganya bahkan diduga menggunakan anggaran negara untuk Campaign.

Dalam kasus itu saya tidak sepenuhnya menyalahkan dia yang saya pilih. Tapi memang ada dalam hukum politik bahwa, "Kamu harus mengikuti aturan main para pemain lama, atau kamu disingkirkan dari kursimu."
Di Tinggat daerah malah kasusnya lebih sadis, di Surabaya ada kepala daerah yang jujur, disuruh mundur dari jabatannya oleh partai yang mengusung dia, atau di daerah saya ada bupati tiba-tiba esok hari meninggal tanpa sebab yang jelas karena tidak menyetujui beberapa projek yang dianggapnya merugikan rakyat dan terlalu mahal biayanya.

3. Saya lebih suka meninggalkan hal yang meragukan, dari pada mengambil keputusan yang salah.

Saya ragu dengan semua caleg dan partai yang ada saat ini. Itu sebabnya saya memilih golput.

"Bearti kamu ndak dewasa, karena takut mengambil keputusan."

Saya lebih suka dianggap pengecut oleh orang lain, dari pada saya sakit hati dengan orang yang pernah saya pilih yang akhirnya mengecewakan saya. Karena sakit hati itu sendiri dapat menyebabkan timbulnya fitnah, iri, dan pelbagai penyakit hati lainnya.


Cukuplah 3 hal alasan ini yang menjadi alasan saya memilih golput. Saya masih pegang teguh pesan ayah saya setelah keluar dari dunia politik dulu.

"Kalo ingin mendapat mendapat ketenangan hidup, jauhi dirimu, anak-anakmu nanti dari politik."

Satu lagi, golput yang baik dateng ke TPS ya! Bukan cuma buat ngerumpi, tapi coblos bagian luar lebar suaranya agar tidak dipakai oleh pihak lain.






















17 January 2014

Pilih mana Ngantor atau Freelance?


Mama,
Ternyata aku salah. Ma.

Ngantor itu asyik,
Ternyata bangun pagi lebih menarik daripada bangun setelah terik. Menyapa mentari ternyata dapat membangunkan semangat untuk melalui hari.

Ngantor itu menyenangkan,
Bukan sekedar bermacetan dijalan, disenyumi orang yang sama setiap berangkat jadi kebiasaan.
Berhenti dilampu merah disamping mobil yang sama dalam tiga hari seperti bukan kebetulan.

Ngantor itu menarik,
Aku mulai mengerti bagaimana rasanya berseragam, di kantorku baju seragam CEO dan Ofice Boy sama, yang membedakan hanya tugas dan kewajiban, tak jauh beda seperti kita dimata Tuhan.

Ma, ngantor ternyata benar2 menyenangkan. Anakmu setiap pagi disalami Satpam, yang entah namanya saja aku belum kenal.

Ngantor itu ternyata nyaman, aku bisa lebih tenang melakukan hobiku tiap malam. Aku masih bisa gambar, baca buku, dan bertemu kawan-kawan tanpa harus berfikir keras agar esok bisa makan.

Disini banyak ilmu sosial yang tak pernah kudapat saat bekerja sendiri, aku harus menyesuaikan diri dengan ratusan orang yang berbeda. Dan itu menyenangkan.

Kantor tak bearti harus melepaskan kesenangan,
Sepulang kantor aku masih bisa gambar, seperti biasanya. Kadang aku gunakan waktu istirahatku di kantor untuk mengerjakan order gambarku. Mengunakan fasilitas internet yang super cepat Ma, semoga ini bukan masuk kategori korupsi.

Aku mulai mengerti, mengapa orang kantor lebih pandai menabung dari pada pekerja lepas. Selain karena gaji mereka terbatas, mereka juga tak punya banyak waktu untuk berbelanja dan menghamburkan uang. Semoga kebiasaan-kebiasaan burukku itu hilang.

Tenang saja Ma, meski musim hujan anakmu bisa jaga kesehatan. Aku sekarang kemana2 bawa jas hujan. Iya, jas hujan yang 2 tahun lalu pernah ku beli untuk seseorang kini bisa aku manfaatkan.

Masalah enak mana saat aku kerja bebas atau kantoran. Itu  bukan 2 hal yang layak di bandingkan Ma. Seperti aku dan Kakak. Kami masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tapi mama tetap sayang kami berdua.

Terima kasih Ma atas dukungannya. Mimpi saya untuk mengantor akhirnya terwujudkan

24 December 2013

Ikhlaslah, karena semua hanya titipan.

Ikhlas itu gak gampang, padahal klo kita gak bisa ikhlas, itu merupakan asal mulanya kebencian tumbuh.

Bayangkan klo kita gak ikhlas saat temen kita nyakitin kita. Mungkin kita akan bales nyakitin dia.

Saat barang kita diambil orang, mungkin kita akan balas ambil barang orang.

Atau saat kita tidak ikhlas melihat kelebihan orang lain, mungkin kita akan berusaha mengungguli kelebihannya itu.

Hari ini Dia menguji keikhlasanku lagi. Helm kesayanganku hilang diambil orang di tempat parkir.

Sudahlah.... Itu hanya sebuah helm, klo tidak sekarang, esok, lusa atau entah kapan, aku akan tetep kehilangan dia. Sama seperti orang-orang disekitarmu, ketika saat ini aku bersama mereka, entah esok, lusa atau kapan nanti mereka satu persatu akan meninggalkanku.

Sudahlah.... Itu hanya sebuah helm, mungku Tuhan tau ada yang lebih membutuhkan helm itu dari pada aku. Aku harus tetap percaya bahwa Dialah sutradara terbaik dalam hidupku.

Itu hanya helm. Lagi pula aku jarang sekali merawatnya. Mungkin ada yang lebih bisa merawatnya. Sama seperti usahaku ini. Desainkaosmurah.com sudah jarang sekali aku perhatikan, mungkin sudah selayaknya aku tinggalkan, atau desainkaosmurah.com sendiri yang meninggalkanku. Tinggal menunggu waktu saja.

Aku tau ikhlas itu tak mudah. Tapi beljar ikhlas akan selalu berakhir indah. Semoga......

Ingat intan yang kuat di tempa dengan suhu dan tekanan tinggi dalam perut bumi. Begitu juga hati, hati yang kuat berasal dari hati yang punya banyak masalah.

28 October 2013

Prestasi juga perlu motivasi

Tiap kali saya berkunjung ke restoran Amerika satu ini, saya teringat masa kecil saya. Masa duduk di sekolah dasar dulu. Saya terbayang wajah guru saya waktu kelas tiga.
Guru saya ini spesial, waktu saya kelas tiga SD beliau kurang lebih berumur 26 tahun. Selain berwajah cantik beliau punya cara tersendiri untuk memotivasi murid-muridnya. Mulai dari memberikan hadiah untuk siswa yang mendapatkan nilai terbaik saat ulangan. Hingga mentraktir makan siswa dengan rangkin satu hingga 3 di restoran ini.
Waktu itu kurikulum sekolah saya masih caturwulan, dan saya sendiri selalu dapat prestasi terbaik dikelas. Sehingga, sering sekali di traktir si Ibu makan direstoran Amerika ini. Bisa dibilang beliaulah yang mengenalkan saya dengan restoran ini.
Ini cara Beliau memotivasi murid-muridnya. Meski hanya menjadi wali kelas selama satu tahun, tapi kenangan yang tertanam bisa sampai saya dewasa. Bahkan motivasi itu masih saya tanam. Memberi motivasi juga dapat membantu seorang siswa untuk menentukan tujuan yang jelas, apalagi bila motivasi yang diberikan sesuai dengan passionnya. Semangat yang muncul juga akan lebih optimal. Saya sendiri selalu berusah menjadi yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang menjadi motivasi saya.
Saat ini saya berfikir, masih adakah guru seperti beliau? Di tengah harga barang-barang yang melonjak, tetapi mengorbankan sebagian gajinya untuk memotivasi muridnya agar lebih baik. Saya yakin ada meski tidak banyak. Orang baik akan selalu muncul disetiap sudt dunia. Untuk memikirkan generasi selanjutnya, generasi yang lebih baik.

08 September 2013

Pengen Ngantor

Kadang saya bertanya, "apakah mereka tau rasanya jadi saya?".

Saat ini yang sedang ada dalam pikiran saya adalah keluar dari Kebebasan. Berhenti menjadi freelancer.

"Lho, Bukannya bebas itu enak?".

Ya, bebas itu memang mengasyikan. Tapi sampai kapan kita mau bebas. Semakin hari beban semakin bertambah. Dengan kebebasan itu beban saya tak berkurang, malah mungkin jadi lebih berat.

Ya, sejak Lulus SMA saya memutuskan menukarkan segalanya dengan kebebasan. Menjadi pegawai lepas. Waktu yang seharusnya saya gunakan untuk Bekerja saya habiskan untuk jadi freelancer. Bahkan hingga saat ini. Memang sih, dengan menjadi freelancer saya bisa punya banyak waktu untuk Keluarga, teman, Hobi dan hal-hal baru yang ada di sekitar saya. Semula semua terasa nyaman dan mengasyikan. Tak pernah memikirkan berapa gaji yang akan saya dapatkan, selama masih cukup untuk kebutuhan selalu saya syukuri.

Belakangan ini, saya berfikir untuk memulai hal baru. Hidup teratur seperti teman-teman yang lain. Pagi berangkat Kantor siang pulang dan menerima gaki bulanan pasti. Melepas sepenuhnya Desainkaosmurah.com kepada orang lain yang saya bangun 4 tahun lalu dan berhenti menjadi pegawai lepas.

Beberapa kemungkinan yang terjadi. Bila saya jadi 'ngantor' adalah:

1. Saya harus membagi waktu saya dengan baik, tidak ada lagi waktu yang bisa di gunakan untuk berjalan-jalan keliling kota, ngemall, dll. Karena saya harus fokus pada pekerjaan kantor dan kuliah saya.

2. Yang jelas saya akan lebih sibuk lagi. Tanggung jawab ke kantor nantinya pasti lebih besar dari pada saat saya masih menjadi freelancer.

3. Lebih lelah itu pasti. Jakarta dengan macetnya tidak akan membiarkanmu tidur nyenyak.

4. Kesempatan untuk memperbanya belajar dari buku-buku berkurang. Gak bisa lagi waktu yang di gunakan untuk belajar seperti dulu.

Masih banyak lagi..... Dan saya belum siap untuk itu semua. Semoga lekas di tunjukan jalan terbaik Nya. Aamiin.

20 August 2013

Bisa mendalami beberapa profesi itu menyenangkan

Beberapa hari lalu acara buka bersama temen-temen alumni SMA Negeri 1 Demak. Seperti biasa, selalu ada pertanyaan-peranyaan yang umum ditanyakan dalam forum-forum semacam reuni, seperti "Kerja dimana?" "Nikah kapan?"
Seperti halnya nikah, pekerjaan adalah sebuah pilihan. Dalam forum itu ada seorang teman yang cerita tentang pekerjaannya. Ia mengeluh bahwa pekerjaan yang saat ini di jalani tidak sesuai dengan studinya selama ini. Dia tidak berharap saran atau pendapat ke saya. Dia hanya berpesan, klo bisa diusahakan pekerjaan dan Studi yang di jalani harus berhubungan.
Masukan yang menurut saya bagus. Tapi di kepala saya sudah ada mindset. Saya yang bekerja dahulu baru masuk kuliah punya prinsip, bahwa hidup ini harus berwarna. Prinsip ini saya ini di ilhami dari percakapan saya dengan seorang teman yang mengabdikan diri menjadi pengajar. Ceritanya dia mengeluhkan bahwa hari-harinya terasa sama terus setiap hari. Bergelut dengan buku, LPJ, Nilai, Murid dan segala hal yang berbau akademisi. Dia sadar bahwa dia mulai bosan dengan kesehariannya tapi dunia seperti itu terlanjur mengikatnya dan dia tidak bisa lari dari dunianya.
Akhirnya dia putuskan untuk mencari pasangan hidup yang bertolak belakang dengan profesinya. Dia berharap bisa masuk dunia baru yang di geluti oleh pasangannya. Setidaknya, kesibukan pasangannya dapat menjadi tantangan atau hiburan baru untuk dia.
Dari situ saya mulai berfikir. Sungguh tidak nyaman sekali bila kita hidup dalam satu kegiatan yang sama setiap harinya. Saya yang memulai karir sebagai desain grafis, mulai merambahkan diri ke berbagai dunia baru, belajar animasi, belajar programer, belajar apapun yang saya minati. Bahkan, saya memilih studi S1 di Ilmu komunikasi, yang merupakan bidang baru dalam hidup saya. Memiliki kegitan yang berbeda-beda awalnya hanya keisengan saya untuk mengatasi rasa jenuh.
Alhamdulillah, saya dapat masuk kesemua profesi yang saya pilih itu. Tanpa harus menjalani pendidikan khusus pula. Dan saat saya sadar bahwa orang-orang di sekitar saya sedang mengalami rasa jenuh yang tinggi karena kegiatan mereka yang sama setiap harinya, saya makin merasa bersukur menjadi diri saya.
"Salam Backpacker"



01 August 2013

Beberapa manfaat "blak-blakan"

Blak-blakan menurut istilah maksudnya adalah buka-bukaan, Terbuka dalam dalam segi pembicaraan. Atau bisa juga di bilang terus terang.
Meski terdengar mudah di lakukan. Nyatanya semua orang bisa blak-blakan. Beberapa alasannya diantaranya adalah Privasi, jaga perasaan orang, atau menyembunyikan rahasia.
Melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan bahwa sesungguhnya blak-blakan malah akan menimbulkan Manfaat positif. Saya teringat teguran teman saya waktu bertamu kejogja, obrolan kami menjadi panas karena diksi(pilihan kata) yang saya gunakan terlalu jelas, terang-terangan kepada satu masalah yang tidak ingin dia bahas. Dia memberikan saran kepada saya, untuk lebih pandai memilih kata, cukup membuat sindiran-sindiran saja. Agar lawan bicara lebih terjaga perasaannya.
Mungkin ini alasan saya mengapa saya lebih suka blak-blakan.
1. Orang tidak akan salah persepsi dengan pernyataan-pernyatan yang kita lontarkan. Meskipun akan terjadi kesalahan persepsi, itu hanya kecil resikonya. Karena saat orang yang tidak suka dengan pernyataan kita pasti akan langsung intrupsi pernyataan kita. Dan menanyai maksud yang kita utarakan. Saat intrupsi itulah, kita memiliki kesempatan untuk menjelaskan apa yang kita maksud, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Point ini lah yang perlu diperhatikan. Bila anda tidak ingin orang menebak-nebak tentang diri pribadi anda bicaralah blak-blakan. Oklah klo tebakan orang kepada diri anda positif. Tapi klo tebakan tentang diri anda negatif, anda siap menerimanya?
2. Saya percaya menyinggung bisa jadi lebih menyakitkan dari pada berbicara terus terang. Untuk point ini pendapat saya pribadi. Biasanya orang yang disinggung (apalagi untuk hal-hal negatif) akan lebih terasa menyakitkan dari pada berbicara langsung kepadanya.
3. Pernah dengar perkataan orang bijak yang bunyinya "lebih baik berkata sejujurnya meskipun sumbang dengar, dari pada berkata bohong tapi merdu didengar". Karena sesungguhnya mendengar pernyataan yang sejujurnya dari orang lain, akan lebih menyakitkan. Menurt saya poin ini adalah alasan tepat untuk bicara blak-blakan.

Tapi terserah, semua orang punya prinsip berbeda. Ada baiknya klo kita bisa mengatur ritme, kapan harus blak-blakan, kapan kita cukup dengan sindiran.