12 October 2011

LAMPU MOTOR TERMAHAL DI DUNIA







Minggu malam Senin. Hari ini terasa tidak biasa buat saya dan kawan-kawan HCD. Maklum hari ini sudah kami tunggu-tunggu sejak beberapa minggu sebelumnya. Ya hari ini kami akan mudik ke kampung halaman kami dan serunya mudik kali ini bersama sama mengendari sepeda motor. Sebenarnya tahun lalu saya juga mudik dengan sepeda motor tetapi tidak bersama-sama rekan-rekan HCD. Berhubungkali ini mudik bermotornya sama kawan-kawan HCD terasa sangat menyenangkan seperti tamasya touring bareng meskipun cuma dua motor.

Dari sore Imam teman mudik saya sudah sibuk sendiri kesana-sini. Memang diantara kami para peserta mudik bareng baru Cuma dia yang baru melakukan packing. Saya dan yang lain sudah dari jauh-jauh hari melakukan pengepackan barang bawan kami. Wajar, itu karena Imam jarang sekali tidur di kost puasa kali ini dia sering sekali di tempat ayanhnya di daerah cengkareng. Oiya, buat imam ini kali pertamanya dia melintasi pantura dengan sepeda motor, dia tertarik waktu saya menceritakan pengalaman mudik saya tahum lalu dan ingin mencobanya.

Setelah semua persiapan selesai dan acara pamitan sana sini kelar, dengan membaca basmalah kami lepas landas dari kosan kami melintasi gedung Season City yang malam itu di ramaikanbanyak orang. Setelah berjalan agak jauh dari sana imam yang mengendarai motornya di belakangku berteriak mengatakan kalo lampu belakangsaya mati. Saya pun agak panik dan mulai berfikir. Tidak mungkin saya melakukan perjalanan panjang ini dengan lampu belakang mati. Seketika itu saya langsung mencari bengkel terdekat untu membeli lampu. Saya teringat bengkel samping portal kereta di depan saya. Saya pun mengarahkan kendali kesana. Ketika di tiba di bengkel belum sempat saya beranjak dari kendaraan saya ada polisi menghampiri saya. Sambil senyum pak polisi itu bertanya kepedaku.

“ selamat malam, bisaliat surat-suratnya?”  sambilsenyum-senyum githu. Seolah-olah saya menepi karena takut operasi itu.

Pikiran saya mulai trerasa aneh bercampur takut.
Saya tegaskan ke pak polisi. “pak saya Cuma mau kebengkel benerin lampu saja kok pak.”

“Silahkan. Tapi saya lihat dulu Surat dan kelengkapannya.”

Terpaksa saya ikuti lah perkataan p[akpolisi. Sambil menggerutu…….
Pak polisi meneliti semua surat yang saya bawa. Saya Cuma bisa berdoa supaya malam yang gelap ini pak polisi itu tidak melihat tanggal pembayaran pajak. Ternyata dia malah ambil senter di dalam tasnya. Saya pun mulai harap harap cemas sambil mendekat ke bengkel dan membeli lampu belakang untuk motor saya sekaligus meminta pak montirnya memasngnya di motor saya.

Gak lama setelah itu pak polisi panggil saya, “mas… ini bulan apa?”, “Agustus pak.”  “Trus disini tulisannya”,” juni pak”.  Kamu di tilang ya?

Saya pun mulai malas berlama lama dengan polisi itu. “udah di bantu aja pak.”
Ini kalo di tilang 150 mas. Dalamhati saya menggerutu lagi “alah paling 20rb mau pak.”
Sambil merogoh kantongsaya berikan 20rb ke pak polisi itu. Ternyata yang saya pegang 2 lembar 20rban. Mungkin lagi mucur kali tuh polisi. Udah bawa sini aja mas. Dengan sedikit tidak ikhlas uangitupun aku berikan. Kemudian bayar bengkel 10rb dan cabut lanjutin perjalanan.

No comments: